Inlandsche Stedenwedstrijden 1923-1950

Diselenggarakan oleh P.S.S.I. setelah berdiri pada tahun 1930, biasanya dikombinasi dengan kongres tahunan. Namun pada tahun 1923 tidak jelas siapa yang bertanggung jawab untuk mengorganisir kompetisi tersebut di Bandung.

List para Juara Inlandsche Stedenwedstrijden 1923-1950

Keterangan : Tahun-Pemenang-Venue (dari turnamen akhir)

1923 Batavia Bandoeng
1930 Djakarta (V.I.J.) Jogjakarta
1931 Djakarta (V.I.J.) Solo
1932 Jogjakarta (P.S.I.M.) Djakarta
1933 Djakarta (V.I.J.) Surabaya
1934 Djakarta (V.I.J.) Solo
1935 Solo (Persis) Semarang
1936 Solo (Persis) Bandung
1937 Bandung (Persib) Solo
1938 Djakarta (V.I.J.) Solo
1939 Solo (Persis) Jogjakarta
1940 Solo (Persis) Solo
1941 Solo (Persis) Bandung
1942 Solo (Persis) Surabaya
1943 Solo (Persis) Jogjakarta
1944-1949 tidak diadakan
1950 Bandung (Persib) Semarang

NB: 1930 dan 1950 edisi yang tidak dianggap resmi oleh P.S.S.I ;
Penyelenggaraan acara 1923 diadakan sebelum dasar P.S.S.I berdiri.

1923

[May 19]
Batavia 3-0 Soerabaja
Bandoeng 3-0 Semarang
[May 20]
Batavia 3-0 Semarang
Bandoeng 4-0 Soerabaja
[May 21]
Semarang 2-1 Soerabaja
Bandoeng 0-1 Batavia

Final Table:

1.Batavia 3 3 0 0 7- 0 6
2.Bandoeng 3 2 0 1 7- 1 4
3.Semarang 3 1 0 2 2- 7 2
4.Soerabaja 3 0 0 3 1- 9 0

1930

Semifinals

[Apr 18]
Bond Mataram 1-1 S.I.V.B. [S.I.V.B. on lots]
[Apr 19]
V.I.J. 3-1 S.V.B.

img_3972

Final [Apr 20]
V.I.J. 4-2 S.I.V.B.

Final Ranking:

1.V.I.J. (Djakarta)
2.S.I.V.B. (Surabaja)

NB: S.V.B. berasal dari Solo; namanya mungkin mengacu V.V.B .;
Bond Mataram mengacu pada Persatuan Sepakraga Mataram (Yogyakarta; kemudian P.S.I.M.).

Pada tanggal 19 April 1930 P.S.S.I. secara resmi didirikan. Turnamen di atas tidak
termasuk di antara kejuaraan resmi.

img_3391
Foto para pendiri PSSI, yang duduk di tengah adalah Ir. Soeratin ( Source Photo : http://www.santijehannanda.com / buku hut PSSI 25 Tahun)
img_3390

Ir Soeratin, yang kini nama beliau diabadikan untuk nama wisma PSSI di Yogyakarta.

img_3971

Monumen PSSI di Yogyakarta tahun 1930 an

1931

Final Ranking:

1.V.I.J. (Djakarta)
2.P.S.I.M. (Jogjakarta)
3.V.V.B. (Solo)

1932

Final Tournament May 14-16 di Jakarta.

[May 14]
V.I.J. 6-2 P.S.M.
[May 15]
P.S.I.M. 1-0 P.S.M.
[May 16]
V.I.J. 1-2 P.S.I.M.

Final Table:

1.P.S.I.M. 2 2 0 0 3- 2 4 (Jogjakarta)
2.V.I.J. 2 1 0 1 7- 4 2 (Djakarta)
3.P.S.M. 2 0 0 2 2- 7 0 (Madiun)

Foto dibawah ini adalah Piala yang diraih PSIM tahun 1932.

1484234538016
Piala tahun 1932 yang di raih oleh PSIM Jogjakarta

1932 menjadi tahun kali pertama PSIM Jogja meraih juara.

Laga 1932 PSIM vs VIJ yang dibuka oleh Ir.Soekarno dan dimenangkan oleh PSIM 2-1 sekaligus menjadi Juara Liga Perserikatan (Source photo : @12paz_)

Foto dibawah ini adalah laga pertandingan antar distrik antara PSIM Jogjakarta dan PSIB / NVB pada tahun 1932 di Bandung yang berakhir dengan skor 2-1 untuk PSIM. Pertandingan ini dipimpun oleh Alm. Mr. Widodo Sastrodiningrat (paling kanan berdiri). (Dalam pertandingan kejuaraan terakhir di Jakarta 1932 dan PSIM keluar sebagai juara PSSI tahun 1932. Foto pemain yang sedang berkalung handuk adalah pemain legenda PSIM dan PSSI R.Maladi.

img_7998

*Persib yg dimaksud adalah PSIB / NVB karena 1932 Persib belum lahir. (Source : http://www.santijehannanda.com / buku hut PSSI 25 Tahun)

img_3969

R Maladi : Beliau pernah menjadi kiper PSIM Yogyakarta pada tahun 1930, pernah menjadi bagian dari Persebaya pada tahun 1933, pernah menjadi kiper tim Nasional dan pernah menjadi Ketua Umum PSSI periode 1951-1959 serta Dewan Kehormtan PSSI hingga akhir hayatnya.

1933

Final Tournament Jun 2-5, 1933 di Surabaya.

Persib 2-2 S.I.V.B.
P.S.I.M. 0-2 Persib
V.I.J. 3-1 P.S.I.M.
S.I.V.B. 1-2 V.I.J.

Final Ranking:

1.V.I.J. (Djakarta)
2.Persib (Bandung)
3.S.I.V.B. (Surabaja)
4.P.S.I.M. (Jogjakarta)

NB: Persib berdiri pada 14 March 1933 dari bergabungnya dua klub yaitu P.S.I.B. (formerly B.I.V.B.) dan N.V.B.

img_7447
Upacara Pembukaan Stadion Sriwedari di Surakarta tahun 1933 yang dihadiri Pengurus PSSI, diramaikan pertandingan PSIM dan PERSIS (Source Photo : http://www.santijehannanda.com / buku hut PSSI 25 Tahun )

1934

Final Ranking:

1.V.I.J. (Djakarta)
2.Persib (Bandung)
3.S.I.V.B. (Surabaja)
4.P.S.M. (Madiun)

NB: koran contemporary jelas menyatakan Jakarta memenangkan turnamen di Juni 1934 di Solo;
yang juga di mana Konggres ke 5 P.S.S.I.  diadakan, namun [PSS 80] list venue dari
turnamen Bandung, jelas keliru.

Di Tahun 1934 PSIM Menyatakan Keluar Dari PSSI.

img_3393

PSIM. Di artikel Sejarah PSSI telah disebutkan, cikal bakal PSSI sebenarnya sudah ada sejak 1927 dalam organ bernama Indonesische Voetbal Bond (IVB). Tapi bond-bond anggota tidak puas dengan kinerja IVB, terlebih IVB dianggap terlalu mesra dengan organisasi sepakbola Belanda yaitu NIVB. Alih-alih memperbaiki IVB secara bersama-sama, IVB malah ditinggalkan begitu saja dan akhirnya berdirilah PSSI. Tepatnya tahun 1935, dualisme federasi juga pernah membuat organisasi sepakbola para meneer Hindia Belanda hancur lebur. NIVB (Netherland Inlandsche Voetbal Bond pun bubar berganti dengan organisasi baru bernama NIVU (Netherland Inlandsche Voetbal Unie). Tragisnya, dualisme pun pernah terjadi pada organisasi sepakbola pribumi yaitu PSSI [tentang dualisme federasi sepakbola orang-orang kulit putih akan diuraikan dalam artikel berikutnya]. PSSI versus PSIM Mataram, Dalam kurun waktu 1934-1937, terjadi perselisihan panjang antara PSSI dan PSIM Mataram (Yogyakarta). Lucunya, PSIM Mataram dengan gagah berani keluar dari keanggotaan PSSI dan membentuk organisasi tandingan yaitu PORSI (Persatuan Olah Raga Seluruh Indonesia). Tak tinggal diam, hal ini dilawan PSSI dengan membentuk bond baru untuk menandingi PSIM, yaitu Persim Mataram di Yogyakarta. (Source : panditfootball )

1935

Qualifying Stage Midden-Java
P.P.S.M. 2-1 P.S.I.S.

Final Tournament Jun 8-10 di Semarang

Persis 7-1 P.P.S.M.
P.P.V.I.M. 5-0 P.P.S.M.
Persis 4-1 P.P.V.I.M.

Final Table:

1.Persis 2 2 0 0 11- 2 4 (Solo)
2.P.P.V.I.M. 2 1 0 1 6- 4 2 (Meester Cornelis)
3.P.P.S.M. 2 0 0 2 1-12 0 (Magelang)

NB: V.V.B. (Solo) berubah nama menjadi Persis; Meester Cornelis sekarang Jatinegara (part of Jakarta)

1936

Final Ranking:

1.Persis (Solo)
2.Persib (Bandung)
3.P.S.I.S. (Semarang)

1937

Final Tournament May 1937 di Solo.

Final Match [May 16?]
Persis 0-1 Persib
[att: 15,000]

Final Ranking:

1.Persib (Bandung)
2.Persis (Solo)
3.P.S.I.T. (Tjirebon)
4.P.S.I.M. (Jogjakarta)

NB: V.I.J. (Djakarta) tidak masuk

1938

Qualifying Stage West-Java

Known result [Feb 26]
V.I.J. 5-2 Persitas (Tasikmalaja)

NB: V.I.J. champions of West-Java

Champions Midden-Java: P.S.I.B. (Purwokerto)

Qualifying Stage Oost-Java

Known result [Dec 12]
P.S.B.I. 8-0 R.E.N.S. (Bodjonegoro)

NB: P.S.B.I. (Blitar) qualified to play S.I.V.B. (Surabaja)

Champions Oost-Java: S.I.V.B.

NB: S.I.V.B. berubah nama menjadi Persibaja pada May 1938.

Voorwedstrijden
[May 7]
V.I.J. – P.S.I.B.
[date?]
Persibaja bt Persis

Final Stage [di Solo]

[Jun 3-6]
Persis 8-1 P.S.I.B.
P.S.I.B. 0-5 Persibaja
V.I.J. 4-0 Persibaja
V.I.J. 3-1 Persis

Final Ranking:

1.V.I.J. (Djakarta)
2.Persibaja (Surabaja)
3.Persis (Solo)
4.P.S.I.B. ( Purwokerto )

Dalam sebuah cuplikan artikel yang ditulis oleh http://pinggircorner.blogspot.co.id/2016/01/menelusuri-jejak-sosok-bomber-timnas.html?m=1 tentang team PSSI yang diisi oleh mayoritas pemain kombinasi PSIM dan PERSIS :

Timnas Indonesia pertama ternyata yang resmi di bentuk oleh PSSI ada di tahun 1937, sayang peluang mereka ikut World cup setahun berselang di telikung timnas lainnya bentukan NIVB yang akhirnya mewakini Indonesia kala itu. Timnas Indonesia pertama, ternyata dibentuk dalam rangka persiapan menghadapi tim Nan Hwa asal Hongkong, yang digelar 7 Agustus 1937 di Kota Semarang. Yang unik tim tersebut di dominasi pemain dari Persis Solo, mulai dari Striker Yazid, kipper R Maladi, dua bek yakni Sarjan dan Soemaryo hingga tiga gelandang asal kota bengawan yakni Soewarno, Sukemi, dan Hoetoro. Sisanya Djawad (PSIM Yogyakarta) dan dtiga pemain asal Cirebon yakni Ahoed, Soetrisno dan Moestaram.

Bahkan sebelum pertandingan, Timnas sempat mau di suap. Beruntung hal tersebut ditolak mentah-mentah beberapa pemain, hingga ahirnya tim ini sukses meraih hasil seri 2-2 yang tentu mengejutkan banyak pihak. Sayang dua tahun kemudian, ketika Tim Nan Hwa kembali mengadakan tur di Indonesia, Maladi cs keok 3-1 yang juga kembali digelar di kota Semarang. Sayang selain banyak pihak belum terlalu paham kapan Timnas perdana dibentuk, para pemain didalamnyapun tidak semuanya paham sosok-sosoknya.

img_3387

Kesebelasan kombinasi PSIM dan PERSIS berpose bersama Nan Hwa pada tahun 1938.

1939

Final Stage [di Jogjakarta]

[May 27]
P.S.I.M. 2-0 Persib
[May 28]
Persis 3-0 Persib
[May 29]
Persis 2-2 P.S.I.M.

Final Table:

1.Persis 2 1 1 0 5- 2 3 [ga: 2.5] (Solo)
2.P.S.I.M. 2 1 1 0 4- 2 3 [ga: 2.0] (Jogjakarta)
3.Persib 2 0 0 2 0- 5 0 (Bandung)

img_4553

Piala yang diraih PSIM tahun 1939 dalam sebuah kejuaraan sepak bola di Soerakarta 18 April – 1 Mei 1939 dan di sponsori oleh BAYER.

1940

Final Stage [May 10-13 di Solo]
Persis 4-2 V.I.J.
P.S.I.M. 3-2 V.I.J.
Persis 4-2 P.S.I.M.

Final Ranking:

1.Persis 2 2 0 0 8- 4 4 (Solo)
2.P.S.I.M. 2 1 0 1 5- 6 2 (Jogjakarta)
3.V.I.J. 2 0 0 2 4- 7 0 (Djakarta)

1941

Final Ranking:

1.Persis (Solo)
2.Persibaja (Surabaja)
3.Persib (Bandung)

1942

Final Ranking:

1.Persis (Solo)
2.Persibaja (Surabaja)

img_2771

Ditahun 1942 juga bertanding antara PSIM vs PERSIBAJA.  Yang mana belum lama bertanding di Surabaya, dan dalam Pekan Olah Raga di Jakarta bertemu lagi 7 Sept 1942 jam 8.15. Para punggawa PSIM kala itu bertolak ke Jakarta melalui stasiun Tugu. Didalam foto itu yang berdiri PSIM dan yang duduk PERSIBAJA. (Source Photo : @tantr_i)

img_3811

PSIM menjadi Juara dalam Pekan Olah Raga tahun 1942. J.M. Letnan-Jendral Imamoera sedang menyerahkan Piala kepada sang Juara PSIM Jogja. Piala di serahkan kepada kapten PSIM K.R.T Honggowongso dan Samhoedi. (Source Photo @tantr_i)

Sebuah cuplikan artikel yang ditulis oleh dejavaraditya.wordpress.com terkait sepakbola semasa kependudukan Jepang di  Indonesia :

Tahun 1942, Jepang berkuasa di Indonesia dan merombak segenap tatanan kehidupan yang selama ini berlaku di bawah kekuasaan Belanda. Baru dua bulan datang, Jepang sudah membreidel nyaris semua suratkabar tanpa ampun, Pandji Poestaka adalah salahsatu yang beruntung lolos dari berangus.

Tak lama, di bawah naungan Djawa Sjinboen Kai, diterbitkan sejumlah suratkabar. Selain Pandji Poestaka, suratkabar yang bernafas di bawah kaki pemerintahan Jepang antaralain Asia Raja, Tjahaja, Soeara Asia, Sinar Matahari, Sinar Baroe, Pembangoen, Kanpo, Kung Yung Pao, Djawa Baroe, dan Keboedajaan Timoer.
Sebelum Jepang datang, sekira awal 1940-an, telah terbit mingguan yang khusus mengulas berita olahraga, dengan nama serupa: majalah Olahraga. Nyaris seluruh halaman majalah ini digunakan untuk mengupas olahraga dalam negeri, kecuali dua halaman untuk berita olahraga mancanegara yang ditampung dalam rubrik “Gelanggang Luar Negeri”. Olahraga terbit atas prakarsa Moh Soepardi (pemimpin umum) dan Wienaktoe (pemimpin redaksi).

Selanjutnya, di bawah rezim militernya, pemerintahan Jepang terpaksa memberikan sedikit kelonggaran kepada rakyat untuk membentuk badan olahraga. Badan baru tersebut bernama Gerakan Latihan Olahraga Rakyat (Gelora), dipimpin oleh Otto Iskandardinata. Namun pemerintah militer Jepang akhirnya mengubah kebijakannya dengan membubarkan Gelora, dan digantikan dengan pembentukan Pusat Tenaga Rakyat (Putera).

Selain itu, pemerintah pun sempat memberlakukan beberapa larangan dalam bidang krida. Pandji Poestaka melaporkan, pada 5 Juli 1942 pemerintah mengumumkan bahwa larangan bagi para pemuda untuk mengadakan pertandingan olahraga, seperti sepakraga, bola keranjang, tenis, dan lain-lainnya, hanya diperuntukkan bagi pemuda yang ikut belajar dalam persiapan untuk Hari Pemuda, yang diadakan setiap hari. Maksudnya ialah supaya para pemuda itu tidak lalai akan kewajibannya.

Namun pelarangan itu tak berlangsung lama. Hanya dalam beberapa bulan berikutnya, September 1942, telah dilangsungkan Pekan Olah Raga oleh Ikatan Sport Indonesia (ISI) di Jakarta. Perhelatan besar yang berlangsung selama 5 hari beruntun itu disebut-sebut sebagai Olimpiade Indonesia pertama sebab baru sekali ini anak-anak negeri dapat mengusahakan even olahraga yang cukup besar. Seperti yang dilansir dari Sinar Matahari , cabang olahraga yang dipertandingkan dalam even itu antaralain sepakbola, tenis, lompat tinggi, lempar tombak, bola keranjang, kasti, baseball, dan lainnya. Dari masing-masing kota tidak kurang dari 20 pemuda yang turut ambil bagian dalam perlombaan yang dihelat ISI itu. ISI sendiri kelak bermetamorfosa menjadi Komite Nasional Olahraga Indonesia (KONI).

Meski masih berwujud sebagai media umum, tampaknya Sinar Matahari memainkan peran penting dalam pemberitaan mengenai agenda olahraga anak-anak bangsa. Masih di bulan September, Sinar Matahari kali ini memberitakan bahwa ketua serta kapten Persatuan Sepakbola Indonesia Mataram (PSIM), K.R.T Honggowongso dan Samhoedi, menerima Piala Kehormatan dari Letnan Jenderal Imamura atas prestasi klub asal Jogjakarta itu sebagai jawara cabang sepakbola dalam Pekan Olah Raga Nasional yang diselenggarakan oleh ISI di Jakarta.

PSIM Di Tahun 1942 Mendapat Stadion Baru

img_3392

Kutipan berita yang coba saya salin dengan ejaan baru : “Psim mendapat gelanggang baru V.B.D.O nama dari persatuan sepak raga miliknya bangsa Belanda, yang sekarang sudah ada dilain dunia, dulu mempunyai gelanggang, yang modalnya dapat meminjam dari “Grondbedruf” kasultanan kalau tidak salah banyaknya 12.000. Namanya Stadion “Gouverneur Bijleveld” dan gelanggan itu sekarang tidak dipakai lagi. Menurut berita yang terakhir ini, gelanggang itu oleh pemerintah kasultanan sudah di serahkan kepada PSIM tentulah nama gelanggang yang bern*da itu akan lekas juga digantikan dengan lain nama, yang sesuai dengan masyarakat yang baru ini. Mudah mudahan karena ini PSIM bisa mendapat kemajuan lebih dari yang sudah. (Source : Surat Kabar Asia Raya 23 Juli 1942 , @tanti_)”

Stadion Gouverneur Bijleveld” diambil dari nama Gubernur Belanda untuk Jogjakarta 1934-1939


Gubernur Belanda J.Bijleveld dan Sultan Hamengkoe Buwono VIII berjalan bergandengan tangan, saat gubernur mengunjungi Kraton Sultan Jogjakarta (Source : Wikipedia)

1943

Final Ranking:

1.Solo (Persis)
2.Jogjakarta (P.S.I.M.)

NB: diselenggarakan di bawah pendudukan Jepang; P.S.S.I. yang menjadi bagian dari organisasi olahraga Jepang (Tai Iku Kai) dan tim yang pada tahun 1943 turnamen resmi mewakili kota mereka masing masing dan
bukan federasi sepak bola kota yang sesuai.

img_3389

Soeratin sedang memberikan pidatonya di Stadion Sriwedari, Solo, saat pembukaan kompetisi PSSI tahun 1943. (Repro Bola.com Dok. Koran Pemandangan)

1950

Qualifying Tournament

NB: organised by P.O.R.I.

Djawa Barat

Persidja (Djakarta) diberikan gelar juara setelah Persib (Bandung) menolak untuk play off,
dan Persib klaim jika tidak ada kebutuhan untuk ikut play off karena mereka telah mengalahkan Persidja dalam sebuah pertandingan pada tahun 1949.

Djawa Tengah

NB: tournament di Solo

[Jul 28]
P.S.I.S. 3-0 P.S.I.M.
[Jul 29]
Persis 1-3 P.S.I.S.
[Jul 30]
Persis 0-0 P.S.I.M.

Final Table:

1.P.S.I.S. 2 2 0 0 6- 1 4 (Semarang)
2.Persis 2 0 1 1 1- 3 1 (Solo)
3.P.S.I.M. 2 0 1 1 0- 3 1 (Jogjakarta)

Champions: P.S.I.S. (Semarang)

Djawa Timur

[Jul 29, Stadion Tambaksari, Surabaja]
Persibaja 3-0 Persema (Malang)
[Seeman 1-0, Ing Hien 2-0, Seeman 3-0; half-time 1-0]
[Persibaja: Bing Mo Heng; Koo Tiong Kiem, W.Manginsela; C.Elmersdorp, J.Walandouw, Saderan;
Willy Stalder, Tee San Liong, Liem Tiong Hoo, Bhe Ing Hien, Seeman;
Persema: Gwan Liep; Bram Kwee, Lanting; V.d. Togt, V.d. Endt, Tobing;
King Thong, Swie Han, Thiam Gwan, De Bruyckere, Sudarmo]

Champions: Persibaja (Surabaja)

Final Tournament

NB: Turnamen di Semarang; diselenggarakan oleh P.S.S.I. (Mengikuti reformasi P.O.R.I.);
P.S.S.I. yang (Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia) secara resmi dibentuk pada
2 Sep 1950 di bawah ketentuan bahwa organisasi itu bukan kelanjutan dari
pra-perang P.S.S.I. tapi kebetulan sama namanya.
P.O.R.I. awalnya ditujukan untuk memasukkan P.S.M. (Makassar) dan P.S.M.S. (Medan)
sebagai peserta (diumumkan pertengahan Juli) tetapi ini tidak terwujud.

Jadwal semula (seperti yang diumumkan pada 30 Agustus)

[Sep 2]
P.S.I.S. – Persidja
[Sep 3]
Persibaja – Persidja
[Sep 4]
P.S.I.S. – Persibaja

Namun, Persib bersama dengan tim bersikeras mereka juara Djawa Barat dan
P.S.S.I. memutuskan untuk mengubah set-up untuk knock-out (rupanya penjadwalan Persib untuk
bertanding dengan Persibaja pada hari terakhir bahkan sebelum pertandingan pada 3 Sep sudah dipertandingkan).

Semifinals [Sep 2]
P.S.I.S. 0-2 Persib
[Witarsa 0-1, Jahja (pen) 0-2; half-time 0-1]
[PSIS: Van Donk; Beng Gwee, Kamdi; Ngo Liok, Tik Tjwan, Khee Sien;
Sugiono, Supardi, Hok Tjwan, Tjin Hiap, Sulud;
Persib: Smith; Leepel, Wagiman; Nandang, Jahja, Anas;
Amung, Tanu, Anda Ratna, Mucharam, Aang Witarsa;
ref: Mardanung (Solo)]
[Sep 3]
Persibaja 6-1 Persidja
[Stalder 1-0, San Liong 2-0, Stalder (pen) 3-0, Ing Hien 4-0, Sumo 4-1,
Trouerbach 5-1, Ing Hien 6-1; half-time 3-0]
[Persibaja: Bing Mo Heng; Ing Hiong, W.Manginsela; C.Elmersdorp, J.Walandouw, Saderan;
Willy Stalder, Tee San Liong, Bhe Ing Hien, Aldjuffri, Trouerbach;
Persidja: Parengkuang; Kutjid, Kavid; Murad, Sudjadja, Nurhusin;
Supardjono, Abidin, Sumo, Ramlan, Hilman]

Final [Sep 4]
Persib 2-0 Persibaja
[Anda 1-0, Anda 2-0; half-time 1-0]
[line-up tidak tersedia tetapi mungkin sama dengan semifinal]

Final Ranking:

1.Persib (Bandung)
2.Persibaja (Surabaja)

NB: Saderan (Poris, Surabaja) terpilih sebagai pemain terbaik di turnament ini.

NB: turnament diatas ini tidak termasuk official P.S.S.I. championships.

(Source : http://www.rsssf.com)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s